BUKU TAMU

Selasa, 07 Juni 2011

INISIASI MENYUSU DINI





    Apa yang dimaksud Inisiasi Menyusu Dini (IMD)? 

IMD adalah bagian dari proses persalinan dimana bayi segera setelah lahir tanpa dimandikan ditengkurapkan di atas perut ibu dan dibiarkan berjuang mencari puting untuk menyusu sehingga terjadi kontak kulit, kontak pandangan mata ibu ke bayi dan kontak emosi. Bayi akan mulai merangkak untuk mencari puting payudara ibu dan mengisapnya. Proses ini biasanya berjalan selama 30 menit hingga 1 jam  pertama kehidupannya, setelah itu bayi dan ibunya akan tertidur. Umumnya pada usia 50 menit dan tanpa bantuan, bayi berhasil menemukan payudara dengan instingnya.


IMD setelah Operasi Cesar
Pada dasarnya, setiap ibu yang melahirkan normal dengan kondisi bayi normal(tidak prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR))dapat melakukan IMD. Bahkan bayi caesar pun bisa melakukan IMD, tapi teorinya 50% yang akan berhasil. 

Yang penting ibu percaya diri dan ayah ikut mendukung ibu, agar IMD berjalan sukses.

Kamis, 02 Juni 2011

PERLEKATAN (LATCH ON)

1.          Mengapa posisi dan perlekatan ( latch on ) antara bayi dan ibu sangat menentukan berhasil atau tidaknya menyusui?

Karena dengan posisi yang pas dan tepat bayi akan menyusu dengan nyaman, ASI mengalir deras, bayi kenyang dan tenang. Selain itu posisi yang nyaman ibu tidak akan merasa sakit  pada payudara.


2.       Apa akibat jika posisi dan perlekatan ( latch on ) buruk?
 
  •  Pengeluaran ASI tidak efektif
  •  Bayi hanya sedikit minum ASI maka jadi rewel/tidak puas/menangis terus.
  •  Bayi ingin menyusu lebih lama sehingga puting lecet/nyeri saat menyusu.
  •  Payudara bengkak karena ASI tidak dikeluarkan secara efektif.
  •  Produksi ASI berkurang
  •  Berat badan bayi tidak naik

3.  Mengapa tidak cukup puting payudara saja yang dihisap bayi?
Bayi mengeluarkan ASI dengan gerakan lidah seperti gelombang berulang-ulang menekan bagian payudara ke langit-langit (bukan hanya mengisap putingnya saja) sehingga ASI terpompa keluar dari payudara masuk ke mulut bayi.

Gambar Perlekatan Dalam (Deep Latch On)
                                                                                

4.       Apa penyebab perlekatan yang buruk?

  • Penggunaan botol susu terlalu dini, biasanya dari RS sudah diberi botol 
  • Makanan pendamping terlalu dini, bayi merasa kenyang dan malas menyusui 
  • Ibu belum berpengalaman (anak pertama) 
  • Bayi terlalu kecil/prematur 
  • Payudara terlalu penuh/kaku sehingga sulit untuk disusui. Perahlah sebagian ASI baru kemudian disusui. 
  • Kelainan anatomi payudara (puting tenggelam atau pecah) 
  • Mulai pemberian ASI terlambat (operasi caesar) 
  • Keluarga dan suami tidak mendukung ibu untuk menyusui. 
  • Petugas kesehatan kurang terlatih


    Kamis, 26 Mei 2011

    POSISI MENYUSU YANG NYAMAN

     Bagaimana mendapat posisi 
    menyusui yang pas dan nyaman?


    ·        Posisi menyusu boleh duduk, tidur terlentang atau tidur miring (persalinan operasi caesar)
     
    ·        Kepala bayi bersandar pada lengan ibu, bahu dan punggung bayi ditopang dengan baik (boleh juga pakai bantal agar tangan ibu tidak cepat lelah)

    ·        Perut dan dada bayi menempel pada perut dan dada ibu.

    ·        Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu, sehingga telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi dan leher bayi.

    ·        Muka bayi menghadap ke badan ibu, dagu sebisa mungkin dagu bayi menempel payudara ibu, mulut terbuka lebar, puting payudara didorong ke arah langit-langit bayi.


    ·        Usahakan sebanyak mungkin bagian payudara yang masuk ke dalam mulut bayi bukan hanya putingnya saja sehingga bagian hitam payudara hanya terlihat sedikit, puting tidak terasa nyeri, dan pipi bayi membulat.

    ·        Jika yang masuk hanya putingnya saja sering terasa sakit, mudah lecet, ASI keluar sedikit, isapan bayi tidak efektif, bayi rewel.

    Gambar Berbagai Posisi Menyusui
    • Isapan yang baik bayi menghisap dalam dan lambat, ketika berhenti mengisap sejenak terdengar suara ASI yang ditelan. 
    • Jangan menyusui sambil menonton tv, membaca, mengobrol, tetapi sebanyak mungkin kontak mata, kontak emosi atau bicara dengan bayi sambil mengelus kepala, memijit bahu, paha, lengan, kaki dengan lembut.
    Posisi Menyusu Bayi Kembar
       

    Rabu, 25 Mei 2011

    Let Down Refleks / Milk Erection Refleks dalam Memerah ASI


    Bagaimana memerah ASI?
    • Jika ASI diperah dengan pompa ASI / breast pump maka gunakan sesuai dengan petunjuknya. Yang perlu diperhatikan adalah pompa yang akan digunakan telah dibersihkan dan steril. Begitu juga botol ASInya.

    • Jika ASI diperah menggunakan tangan : 
    1) Cuci tangan dengan sabun. 
    2) Kompres hangat payudara sebelum diperah 
    3) Siapkan botol steril atau wadah ASI yang steril.
    4) Duduk dengan nyaman dan santai 
    5) Tempatkan wadah/botol di dekat aerola payudara. 
    ASI PERAH DALAM FREEZER
    6) Perah payudara dengan jempol (arah jam 12.00) dan telunjuk (arah jam 6.00) pada bagian aerolanya, pijat dengan lembut ke arah puting. Agar payudara dapat dikosongkan dengan sempurna pijat semua bagian aerola secara merata (sisi yang belum dipijat, gunakan jempol (arah jam 12.00) dan jari tengah (arah jam 9.00)). Beri label pada botol ASI tanggal dan jam memerah. ASI perah terdahulu gunakan lebih dulu. 
    7) Kompres dingin payudara setelah diperah


    KUASAI TEKNIK LDR/MER dengan benar akan mempercepat waktu memerah (10-15menit), mendapat hasil maksimal (100-150 ml) sekali memerah, dan dapat mengosongkan payudara dengan sempurna.



    Apa yang dimaksud dengan LDR/MER ?
    LDR = Let Down Refleks / MER = Milk Erection Reflex
    Maksudnya adalah relfeks yang disebabkan oleh hormon oksitosin, dimana ASI dapat keluar dengan sendirinya/memancar dengan deras meskipun sedang tidak disusui langsung/ketika diperah. Yang dirasakan ibu ketika mencapai LDR/MER adalah perasaan NYUUUUUUT/CENGKRING2 pada aerola/payudara ibu kemudian ASI akan mengalir dengan sendirinya dan sangat deras hingga terdengar bunyi sroot sroot, bahkan beberapa ibu ASInya dapat memancar.



    Bagaimana memerah hingga mencapai LDR/MER?
    Pada dasarnya memerah ASI untuk mencapai LDR/MER sama seperti memerah menggunakan tangan.
    • Cuci tangan hingga bersih
    • Siapkan 2 botol yang kecil/tutup botolnya (60ml) dan besar (120ml), 1untuk tempat ASI yang sedang diperah, satu lagi untuk menampung ASI di payudara sebelah yang menetes.
    • Buka baju bagian depan/buka semua juga boleh. Dan gantung baju ditempat yang aman dan bersih.
    • Masukkan botol ukuran 60ml ke dalam bra payudara kiri. Atau sangga dengan lengan tangan kiri. Jadi botol bisa ditahan sama bra.
    • Mulai stimulasi LET DOWN REFLEX/ MILK ERECTION REFLEX supaya keluar. Dengan cara pejamkan mata, tarik nafas dalam-dalam buat tubuh serileks mungkin.
    • Kemudian puting tetep dalam bra, diusap-usap dengan lembut si puting dalam bra tsb Atau pijat dengan lembut puting seperti gerakan isapan bayi. Sampai terasa nyuuut nyuuut atau seperti tersetrum. Dan teruskan saja.
    • Tak lama kemudian akan terasa cengkring-cengkring pada payudara. Itulah saat LDR/MER keluar.
    • Perah dengan cepat
    • Setelah LDR/MER terasa, ASI pasti akan netes-netes dari kedua payudara.
    • Yang payudara sebelah kiri kan sudah ditampung dengan botol kecil/tutup botol yang bersih. Jadi jangan takut terbuang.
    • Bentuk ke lima jari seperti huruf C terbalik. Jempol diatas payudara dan keempat jari lain dibelakang bawah payudara. Jaraknya kurang lebih 2 cm dari aerola (lingkaran hitam deket puting)
    • Pencet-pencet payudara dengan lembut tapi cepat seiring irama isapan bayi
    • Jari jangan digesekkan dengan payudara karena akan membuat payudara memar.
    • ASI akan keluar dengan deras dan akan terdengar bunyi sroot sroot
    • Setelah agak berkurang alirannya, pijat-pijat payudara, perah lagi. Jika sudah kosong pindahkan ke payudara yang kiri.
    • Jika sudah merasa pegal dengan posisi C terbalik, bisa digunakan posisi huruf U (jempol diselah kanan payudara dan keempat jari disebelah kiri payudara.
    • Setelah kedua payudara kosong. Masih bisa distimulasi lagi si LDR/MER.
    • Tapi jika sudah tidak bisa sebaiknya sudahi sesi memerah.


    Bisakah mencapai lebih dari satu LDR/MER dalam 1 sesi (15- 20 menit) memerah?
    Ya bisa, bahkan jika ibu sudah ahli memerah ASI dengan tangan, ibu dapat mencapai 3 kali LDR/MER dalam 1 sesi memerah (15-20 menit). Tetapi mendapat 2 kali LDR/MER saja dalam waktu 15 menit sudah sangat bagus. Tetapi harap diingat ASI yang keluar pada LDR/MER kedua lebih sedikit daripada LDR/MER pertama, ASI yang keluar pada LDR/MER ketiga tidak sebanyak pada LDR/MER kedua dst. Jadi jumlah ASI yang keluar pada tiap LDR/MER tidak akan sama jumlahnya.

    Selasa, 24 Mei 2011

    ASI EKSKLUSIF BAGI IBU BEKERJA DI LUAR RUMAH

    Apa yang dimaksud dengan ASI Exclusive?

    ASI Exclusive adalah pemberian air susu ibu 100% kepada bayi yang baru lahir hingga berumur enam bulan. Tanpa tambahan apapun baik itu susu formula, air putih, teh, kopi, madu, sari buah, pisang, bubur, air gula dan sebagainya. Karena bayi akan merasa kenyang, sehingga tidak mengisap payudara ibu, tidak merangsang produksi ASI dan dapat menciptakan bingung puting, serta meningkatkan risiko diare dan infeksi.  Bayi yang baru lahir tidak perlu mendapatkan cairan lain, karena bayi yang baru lahir mampu bertahan tanpa cairan sedikitpun selama 2X24 jam karena bayi baru lahir membawa cukup cairan dalam tubuhnya. Jadi Bu, beri bayi ibu murni 100% ASI saja. 
     
    Banyak ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI Exclusive, asalkan dipersiapkan sebelum ibu bekerja, dengan dukungan dan bantuan seluruh keluarga dalam mengasuh si kecil. Ibu harus berlatih memerah baik dengan pompa maupun dengan tangan. Menabung ASI perah kira-kira 1 bulan sebelum kembali masuk kerja. Usahakan ASI perah mencukupi kebutuhan si kecil selama seharian ditinggal ibu ke kantor, agar ibu tidak cemas yang justru akan mempengaruhi produksi ASI. Siap-siap menjadikan anak Sarjana ASI ...